Sebuah Pesan Sasuke yang Patut Kita Renungkan


naruto boruto
Siapa yang tak mengenal Uchiha Sasuke? Shinobi dari Konohagakure yang kuat sekaligus ganteng ini menjadi satu-satunya rival Uzumaki Naruto sang Hokake ke 7. Sosok laki-laki yang sangat misterius dan punya sikap dingin sedingin es di kutub namun tetap berkarisma. Ehe. Pada kesempatan kali ini admin akan berbagi sebuah petuah dari Sasuke yang sampai sekarang sering terngiang ketika menjumpai orang-orang hebat.
Berawal dari sebuah cerita “Boruto the Next Generation” episode 55 di mana ketika Boruto meminta Sasuke untuk menjadikan Boruto sebagai muridnya. Sasuke akan menerima jika Boruto bisa membuat rasengan. Setelah Boruto menguasai rasengan dalam 2 hari, dia diangkat menjadi murid Sasuke. Setelahnya Boruto dilatih beberapa hari oleh Sasuke di hutan. Ketika waktu istirahat mereka terlibat dalam sebuah percakapan. Begini kurang lebih percakapannya:
Boruto    : “Tolong ceritakan kisah ayahku padaku”
Sasuke    : “Saat dia masih kecil, yang dia lakukan cuma berkata kalau dia ingin menjadi hokage, dia benar-benar seorang pecundang”
Boruto    : “Pecundang?”
Sasuke    : “Dia sangat keras kepala”
Boruto    : “Bukan, bukan itu. Yang ingin aku tahu adalah kelemahannya-dattebasa
Sasuke    : “Kelemahan?”
Boruto    : “Iya, bukankah dia punya kelemahan?”
Sasuke    : “Aku sampai tidak bisa menghitungnya”
Boruto    : “Heh?”
Sasuke    : “Dia adalah pecundang yang punya banyak kelemahan. Tapi dia menghadapi semua itu dengan kekuatannya sendiri dan menjadi hokage. Mungkin daripada mengenal Naruto yang saat ini, lebih baik kau mencari tahu bagaimana Naruto di masa lalu
Boruto    : “Apa maksudnya?”
..............................................
(jika kalian ingin melihat kelanjutannya bisa langsung download videonya di situs anime di Indonesia)
Apa hubungannya orang hebat dengan petuah yang disampaikan Sasuke? Percakapan di atas menceritakan Naruto sang hokage ke 7 yang merupakan hokage terkuat sepanjang sejarah. Ngomong-omong hokage adalah pemimpin di sebuah desa tepatnya di Desa Konohagakure, kalau di Indonesia ya kalian bisa menyebutnya presiden. Melihat masa kecil Naruto yang sudah kehilangan kedua orang tua kemudian berjuang sendiri hingga akhirnya menjadi seorang hokage adalah sebuah pencapaian luar biasa. Bagaimana tidak, Naruto kecil dulunya bocah pembuat onar yang mencari perhatian orang disekitarnya. Bahkan Naruto pernah mencuri gulungan rahasia yang berisi jutsu terlarang agar cepat cepat menjadi sinobi hebat dan akhirnya bisa diangkat sebagai hokage. Pernah nakal juga kan ya?
Pencapaian yang diraih Naruto bukanlah hal yang mudah. Kalau kalian para pecinta anime tentulah sudah paham jatuh bangun Naruto mengalahkan musuh-musuhnya bahkan bertarung dengan Sasuke yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil. Ketika Boruto bertanya perihal kelemahan ayahnya, mengapa jawaban Sasuke tidak memberitahu apa-apa saja yang menjadi kelemahan Naruto? Padahal dari awal tujuan Boruto adalah diakui dan melampaui kekuatan ayahnya. Tentu saja yang dilakukan Sasuke bukan tanpa tujuan. Kalian tahu sendiri bahwa Sasuke adalah orang yang cerdas bahkan lebih pintar dari Naruto. Lalu apa tujuan Sasuke? Kalau kalian penasaran lihat episode selanjutnya karena ada pertarungan seru yang mengubah Boruto  dari awalnya dia benci ayahnya yang menjadi hokage (aslinya sayang tapi malu-malu untuk mengungkapkan) hingga akhirnya Boruto menerima ayahnya sebagai hokage dan terang-terangan menyayangi Naruto.
Namun untuk mengetahui makna pesan yang Sasuke katakan, kalian ndak perlu lihat animenya, admin akan membuat kesimpulan dari apa yang admin tangkap. “Kamu tidak perlu tahu dirinya saat ini, yang harus kamu tahu adalah bagaimana dia dulu hingga bisa seperti ini”, maksudnya kamu jangan tahu hasinya saja tapi yang terpenting bagaimana prosesnya. Ketika kalian bertemu orang hebat tentu kalian akan terkagum-kagum dengan dirinya yang sekarang kemudian kalian berusaha mencari tahu apa kehebatanya. Contoh kasus, suatu ketika admin sedang ada urusan di kantor kabupaten untuk membuat surat keperluan penelitian. Masuklah dan seorang staf mempersilahkan admin duduk seraya menunggu giliran dilayani petugas. Admin memperhatikan para pegawai yang statusnya PNS duduk dalam tugas masing-masing. “Ahhh enak yo kerjo ng ruangan resik, adem, gaji akeh sisan. Akeh enak e lah daripada rekasane”, oke ini batinku saat itu. Tiba-tiba pesan Sasuke tadi terlintas dipikiran, dan akupun tersenyum. Hehe.
Beginilah kira-kira, kadang kita fokus pada kenikmatan yang sudah orang lain dapat dan berandai-andai bahkan berharap kita bisa seperti itu dan kemudian hidup enak. Kita ikuti apa pendidikan yang mereka tempuh, bagaimana cara mereka mendapat perkerjaan enak itu, dan berapa duit yang mereka gunakan untuk membayar kursi nyaman itu. Padalah dibalik kisah sukses tersebut ada banyak hal yang ndak kita tahu, bahkan tidak orang tersebut ceritakan. Seperti pekerjaan apa yang mereka lakukan sebelum berada di saat seperti sekarang, lika-liku apa saja yang membuat mereka tetap keep spirit. Siapa tahu sebelum jadi PNS makmur jaya mereka berjualan tahu di pasar, sekolah jalan kaki, dipecat sana pecat sini, dan kehilangan banyak hal. Yah setiap manusia punya cerita yang sudah digariskan secara berbeda namun kadang kita ingin meniru apa yang sudah mereka lakukan agar bisa mencapai kenikmatam hidup. Buang pemikiran seperti itu mulai sekarang!
Sasuke mengingatkan terutama pada Boruto bahwa untuk mendapatkan sesuatu perlu sebuah perjuangan yang besar. Jangan kita hanya berfokus pada apa yang sudah mereka (orang hebat) dapat tapi yang terpenting apa yang sudah mereka lalui hingga bisa seperti sekarang. Bagian proses itulah yang harus kalian pelajari!

Comments