http://www.freepik.com
Sebuah
hubungan dibangun atas kesadaran kedua belah pihak. Jika hanya satu pihak saja
itu namanya bertepuk sebelah tangan. Dalam KBBI hubungan mempunyai arti ikatan;
pertalian (keluarga, persahabatan, dsb). Namanya saja ikatan, tentu ada sebuah
rasa dimana kita merasa dekat dengan seseorang atau kelompok. Jika hubungan itu
dalam keluarga tanpa diminta hubungan tersebut sudah terjalin dengan
sendirinya. Misalnya hubungan keluarga antara orang tua dan anak, hubungan itu
datang bersamaan dengan kelahiran kita di dunia.
Lalu
bagaimana hubungan dengan orang yang tidak mempunyai ikatan keluarga dengan
kita? Orang lain itu bisa sejenis atau lawan jenis kita. Ikatan dengan sesama
jenis bisa kalian umpamakan pertemanan, tidak dipungkiri juga ada pertemanan
dengan lawan jenis. Dari pertemanan itu kemudian menjadi hubungan yang lebih
dekat seperti yang kalian sebut persahabatan. Bahkan tak jarang yang menganggap
layaknya saudara yang tentu saja bukan seperti saudara yang bisa kalian ajak
ribut seperti di rumah. Hehe. Ikatan yang satunya bisa kalian sebut hubungan
dengan lawan jenis, bisa pacaran atau cuma sekedar bribikan. Sepasang laki-laki dan perempuan merasa mempunyai
kesamaan perasaan dan saling sepakat untuk menjalin suatu hubungan.
Dalam
menjalin hubungan, bukan hal yang mudah jika kalian tidak saling memahami.
Perdebatan, perbedaan akan dengan mudah terjadi tanpa permisi. Jika kalian
tahan atau bahkan bertahan dengan keegoisan diri sudah bisa dipastikan hubungan
itu akan retak. Layaknya gelas yang retak dan memungkinkan pecah menjadi
kepingan kecil. Hubungan juga demikian, suatu masalah yang tak bisa
terhindarkan bisa memicu putusnya hubungan. Namun bukan tak mungkin suatu
hubungan juga bisa bertahan hingga waktu yang cukup lama. Seseorang pernah
berkata, “hunungan pertemanan yang dijalin lebih dari tujuh tahun akan menjadi
persahabatan selamanya”.
Seiring
berjalannya waktu, hubungan yang dijalin dari kalian masih anak-anak hingga
dewasa akan mengalami perubahan. Semakin dewasa umur seseorang, semakin
selektif orang tersebut memilih kawan. Tentu saja hal ini didasari atas
pengalaman yang sudah berlalu. Bagaimana menjalin hubungan pertemanan dengan
orang-orang yang tepat dan menguntungkan. Istilah nikung dalam menjalin hubungan juga menjadi pertimbangan, pasalnya
tukang tikung semakin menjadi jadi.
Dengan
adanya kejadian-kejadian seperti itu dalam menjalin hubungan ada dua
kemungkinan yang akan kalian dapatkan. Pertama adalah teman hidup. Mengapa
teman hidup? Jika beruntung jalinan hubungan yang kita bangun akan menjadi
teman hidup kita. Misalnya persahabatan yang kalian bangun sejak bangku sekolah
dan berlanjut hingga kalian berada dimasa dewasa bahkan masa tua. Dia yang
kalian percaya akan menjadi teman yang menyenangkan melebihi saudara kandung.
Tapi ingat, ini bukanlah hubungan yang mudah untuk dibangun. Kalian harus
benar-benar saling mempercayai dan tidak ada niatan untuk nikung satu sama lain apalagi mengkhianati. Lebih beruntung lagi
jika teman hidup yang dimaksud adalah pendamping hidup. pertemanan yang dijalin
atar lawan jenis bisa saja menjadi teman hidup kalian (baca pendamping hidup)
atau istilah yang sedang naik daun Teman Tapi Menikah. Inilah dambaan
wanita-wanita yang kepengan cintanya
seperti Dito Percussion dan Ayudia Bing Slamet. Uwuwuwww.
Kedua
yaitu pelajaran hidup. Mengapa disebut pelajaran hidup? Yah ini pait-paitnya
menjalin hubungan dengan seseorang. Misalnya teman atau sahabat tiba-tiba nikung dibelakang kalian. Duh sakitnya
kaya apa yaaa. Hvft. Bukan hanya soal tikung menikung, suatu hubungan yang
dilanda masalah mempunyai kemungkinan besar mengalami keretakan. Lebih
menyakitkan lagi hubungan lebih dari teman yang sudah kalian bangun sejak lama
ternyata harus pupus, dia bukan jodohmu dimasa depan. Istilahnya sekarang
kalian cuma jagain jodoh orang lain.
Terlepas
dari apapun itu, kalian tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan dan
kebahagiaan. Bangunlah, dan sadar bahwa teman yang sebenarnya akan memberi
kedua hal itu. Dia akan menjadi teman hidup dan dia juga akan memberi pelajaran
hidup.

Comments