
Sudah
memasuki semester akhir, agenda selanjutnya yaitu KKN atau resminya disapa
Kuliah Kerja Nyata. Namun pada faktanya KKN bukan hanya sekedar demikian. Bisa
saja N adalah nikah, nikung, ndolan/ ngluyur
dan plesetan lain. Ah sejujurnya ini memang benar adanya. Cerita dari Pak Lurah
sering menghiasi telinga ketika penyambutan mahasiswa KKN, “Alhamdulillah ada
yang menetap di sini satu” begitulah kira-kira pesan penting dari Pak Lurah. Sambil
menyelam minum air lah. Yah cerita-cerita semacam itu pasti terdengar dari
mereka yang sudah melaksanakan kegiatan KKN. Bisa jadi ini adalah ajang
pencarian jodoh mahasiswa semester akhir. Apalagi jika mempunyai Dosen yang
mewajibkan mahasiswanya membawa gandengan ketika skripsi dan wisuda, bagi
jomblo-jomblo yang sudah lelah mencari tambatan hati disinilah perjuangan
kalian dimulai.
Yah
itu sih cerita apiknya. Ada juga kok cerita yang nyesek bagi mereka yang sudah
bergandengan dengan pacar masing-masing. Nikung,
ini sih istilahnya yang hampir beberapa tahun ini menjadi trend bagi remaja
bahkan lagu dangdut. Misalnya saja milik NDX A.K.A Bojo Ketikung.
Hee koe koncoku singg jarene CS ku
Nanging nyatane neng mburi kok koe koyo pabu
Mbribik nikung nyiak bojone koncone dewe
Ora mikir koncone tumindak sak penake
Kira-kira
seperti itu gambarannya, monggo yang mau nyanyi dulu boleh. 45 hari lho ya,
rawan memang soal tikung menikung. Ya kalau nggak ditikung malah jadi pelaku
tikung. Wkwk. Kejam bukan? Bayangkan saja selama kurang lebih 1,5 bulan kalian
hidup bersama, melakukan kegiatan bersama, dari melek sampai mau merem lagi ketemu dia dan dia. Jika benteng kalian
tidak kuat, kandas sudah hubungan yang sudah kalian jalani bertahun-tahun.
Pacaran nyampe 4 tahun, kandas karena 45 hari. Inilah pahitnya hidup! Ini
berlaku bagi kalian yang lemah. Lemah komitmennya. Alhamdulillah bagi saya, tim
KKN kami bukan makhluk lemah soal cinta. Kuat
atine pokok e! Misalnya saja, pada suatu malam sebut saja Mbak M. Dia LDR,
malam itu dia mendapat telpon dari Mas Pacar. Ngalor ngidul masuk kamar sekedar mencari tempat aman untuk melebur
kerinduan. Maklum saja, dia nggak mau blakblakan telponan di depan kami karena
sudah pasti jadi bahan ejekan. Aku yang duduk sambil memperhatikan si Mbak M cuma
cengengesan sambil nyeletuk, “Dasar cah LDR”.
Ada
hal yang aku cukup kagumi disini, meskipun mereka statusnya sudah taken Alhamdulillah pertemanan karbitan
kami masih berjalan dengan adil dan makmur. Ora
enek jaim-jaiman, lucu yo lucu, ngece yo ngece. Arep saru opo wagu tetep wae
podo ngguyu. Inilah komitmen, mereka yang sudah bergandengan bisa menjaga
komitmen yang mereka bangun sendiri. Piye
arep seneng nek reti wagune kancamu? Ora resikan, mangane akeh, turune ngorok,
malesan, wedinan. Haha
Cukup
soal cinta-cintanya. N selanjutnya bisa disebut Ndolan/ Ngluyur, jika dalam versi Bahasa Indonesia yaitu
jalan-jalan. Mumpung di sini ya ayok maen-maen ke tempat wisata. Lumayan nambah
koleksi foto di Instagram. Bukan berati ini tidak bermanfaat lho ya bagi
masyarakat. Sisi positifnya, kalian yang hobi bikin caption dan bisa pose ini
itu bisa ikut mempromosikan tempat wisata yang ada. Apalagi jika kalian punya followers
1K, hmmm tambah hits itu tempat. Nah ini salah satu cara bermedia sosial yang
positif. Lumayan untuk mendatangkan pengunjung terutama kaum remaja yang suka berburu
tempat hits.
Tapi,
KKN ini program uji diri. Menguji bagaimana tingkat kepekaan kalian terhadap
masyarakat dan semua permasalahan yang ada didalamnya. Uji kesaabaran terhadap
pertemanan karbitan kalian. Bagaimana tidak, selama 45 hari kalian bersama
teman yang bisa dibilang baru saja bertemu ketika kalian dipasangkan dalam satu
kelompok. Tentu saja kalian membawa keegoisan masing-masing, jika digabungkan
sudah bisa menghancurkan kewibawaan kalian
dihadapan publik. Tak jarang hanya bisa mendem
kangen *eh anyel. Nggrundhel ning ati, mbatin jengkel. KZL -_- Namun bukan
tak mungkin masalah klise semacam ini ditangani dengan mudah. Mengingat umur
kalian yang sudah tak muda lagi, menginjak kepala dua jika masih saja egois
sudah fix koe wagu ora mutu! Calon
mantu yang tidak diharapkan mertua masa kini. Seorang teman saya berkata, “KKN kui kerja tim, dadi koe kudu bisa
menahan diri”.
Comments