Catatan KKN #1



cerita kkn
Sudah memasuki semester akhir, agenda selanjutnya yaitu KKN atau resminya disapa Kuliah Kerja Nyata. Namun pada faktanya KKN bukan hanya sekedar demikian. Bisa saja N adalah nikah, nikung, ndolan/ ngluyur dan plesetan lain. Ah sejujurnya ini memang benar adanya. Cerita dari Pak Lurah sering menghiasi telinga ketika penyambutan mahasiswa KKN, “Alhamdulillah ada yang menetap di sini satu” begitulah kira-kira pesan penting dari Pak Lurah. Sambil menyelam minum air lah. Yah cerita-cerita semacam itu pasti terdengar dari mereka yang sudah melaksanakan kegiatan KKN. Bisa jadi ini adalah ajang pencarian jodoh mahasiswa semester akhir. Apalagi jika mempunyai Dosen yang mewajibkan mahasiswanya membawa gandengan ketika skripsi dan wisuda, bagi jomblo-jomblo yang sudah lelah mencari tambatan hati disinilah perjuangan kalian dimulai. 
Yah itu sih cerita apiknya. Ada juga kok cerita yang nyesek bagi mereka yang sudah bergandengan dengan pacar masing-masing. Nikung, ini sih istilahnya yang hampir beberapa tahun ini menjadi trend bagi remaja bahkan lagu dangdut. Misalnya saja milik NDX A.K.A Bojo Ketikung.

Hee koe koncoku singg jarene CS ku
Nanging nyatane neng mburi kok koe koyo pabu
Mbribik nikung nyiak bojone koncone dewe
Ora mikir koncone tumindak sak penake

Kira-kira seperti itu gambarannya, monggo yang mau nyanyi dulu boleh. 45 hari lho ya, rawan memang soal tikung menikung. Ya kalau nggak ditikung malah jadi pelaku tikung. Wkwk. Kejam bukan? Bayangkan saja selama kurang lebih 1,5 bulan kalian hidup bersama, melakukan kegiatan bersama, dari melek sampai mau merem  lagi ketemu dia dan dia. Jika benteng kalian tidak kuat, kandas sudah hubungan yang sudah kalian jalani bertahun-tahun. Pacaran nyampe 4 tahun, kandas karena 45 hari. Inilah pahitnya hidup! Ini berlaku bagi kalian yang lemah. Lemah komitmennya. Alhamdulillah bagi saya, tim KKN kami bukan makhluk lemah soal cinta. Kuat atine pokok e! Misalnya saja, pada suatu malam sebut saja Mbak M. Dia LDR, malam itu dia mendapat telpon dari Mas Pacar. Ngalor ngidul masuk kamar sekedar mencari tempat aman untuk melebur kerinduan. Maklum saja, dia nggak mau blakblakan telponan di depan kami karena sudah pasti jadi bahan ejekan. Aku yang duduk sambil memperhatikan si Mbak M cuma cengengesan sambil nyeletuk, “Dasar cah LDR”.
Ada hal yang aku cukup kagumi disini, meskipun mereka statusnya sudah taken Alhamdulillah pertemanan karbitan kami masih berjalan dengan adil dan makmur. Ora enek jaim-jaiman, lucu yo lucu, ngece yo ngece. Arep saru opo wagu tetep wae podo ngguyu. Inilah komitmen, mereka yang sudah bergandengan bisa menjaga komitmen yang mereka bangun sendiri. Piye arep seneng nek reti wagune kancamu? Ora resikan, mangane akeh, turune ngorok, malesan, wedinan. Haha
Cukup soal cinta-cintanya. N selanjutnya bisa disebut Ndolan/ Ngluyur, jika dalam versi Bahasa Indonesia yaitu jalan-jalan. Mumpung di sini ya ayok maen-maen ke tempat wisata. Lumayan nambah koleksi foto di Instagram. Bukan berati ini tidak bermanfaat lho ya bagi masyarakat. Sisi positifnya, kalian yang hobi bikin caption dan bisa pose ini itu bisa ikut mempromosikan tempat wisata yang ada. Apalagi jika kalian punya followers 1K, hmmm tambah hits itu tempat. Nah ini salah satu cara bermedia sosial yang positif. Lumayan untuk mendatangkan pengunjung terutama kaum remaja yang suka berburu tempat hits.
Tapi, KKN ini program uji diri. Menguji bagaimana tingkat kepekaan kalian terhadap masyarakat dan semua permasalahan yang ada didalamnya. Uji kesaabaran terhadap pertemanan karbitan kalian. Bagaimana tidak, selama 45 hari kalian bersama teman yang bisa dibilang baru saja bertemu ketika kalian dipasangkan dalam satu kelompok. Tentu saja kalian membawa keegoisan masing-masing, jika digabungkan sudah bisa menghancurkan  kewibawaan kalian dihadapan publik. Tak jarang hanya bisa mendem kangen *eh anyel. Nggrundhel ning ati, mbatin jengkel. KZL -_- Namun bukan tak mungkin masalah klise semacam ini ditangani dengan mudah. Mengingat umur kalian yang sudah tak muda lagi, menginjak kepala dua jika masih saja egois sudah fix koe wagu ora mutu! Calon mantu yang tidak diharapkan mertua masa kini. Seorang teman saya berkata, “KKN kui kerja tim, dadi koe kudu bisa menahan diri”.

Comments