Sudahkah Berkaca Hari Ini? Apa yang Masih Kurang?



tata krama
http://www.wajibbaca.com
Selamat Tahun Baru Islam 1439 H (teruntuk yang merayakan). Marilah kita awali pagi hari di tahun yang baru ini dengan sebuah doa tulus pada Tuhan Yang Maha Esa mengharap rahmat dan hidayah-Nya. Aamiin.
Lagi-lagi admin akan membicarakan soal remaja. Maapkeun jika topik ini sudah kadaluarsa beberapa tahun yang lalu. Sungguh maapkan. Tapi ini penting. Siapa lagi yang peduli pada generasi penerus bangsa jika bukan kita-kita ini? ahaha. Langsung pada topik. Ini persoalan tata karma gaes. Tata karma kalian dihadapan semua orang. Dihadapan masyarakat baik lingkungan keluarga, sekolah, atau tempat pergaulan kalian.
Sejak kecil orang tua sudah mengajarkan tata kramanya pada anak-anak mereka. Mulai dari mendahulukan orang tua, “membungkuk sedikit” jika berjalan didepan orang tua, dan lain-lain. Yah itu hanya sebatas tata karma dalam bergaul. Lalu dalam berbicara bagaimana? Jika kalian masih berjumpa embah buyut tentu berbicara dengan kromo alus sudah menjadi kewajiban yang tak bisa kalian tinggalkan. Pernah suatu ketika admin berjumpa seorang nenek dijalan, waktu itu admin hendak berkunjung ke rumah simbok (sebut nenek). Dijalan nenek tersebut menyapa dan bertanya, “arep nyangdi nduk?”.badhe teng griyane simbah,” jawabku yakin. “simbah kok digriyak-griyakke”, jawabnya lagi.”EHHHH,” batinku bingung. Ah sudahlah, itu hanya cerita masa lalu. Intinya ada tingkatan kata yang harus diperhatikan jika akan digunakan, sesuikan dengan siapa kita berbicara.
Ah tapi arah pembicara ini bukan berhenti pada tata karma berbicara seperti ilustrasi diatas. Perihal bahasa, kalian pasti lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia jika berbicara dengan orang yang baru saja kalian temui. Yah itung-itung nyari aman. Lagipula sejak kecil kalian generasi 2000an juga sudah dibiasakan berbicara dengan bahasa Indonesia kan? Lihat saja para orang tua yang berbicara pada bayi mereka dengan bahasa Indonesia versi sendiri. Apakah ini buruk? Tentu saja tidak. Selama orang tua tidak mengajarkan bahasa kasar itu tidak buruk. Buat apa belajar bahasa kasar jika tidak diajari saja anak sudah pasti bisa. Haha.
Oke lanjut. Jadi tata karma yang admin maksud adalah bagaimana remaja sekarang berperilaku. Misalnya di rumah,  cara berpakaian, berbicara, ketika makan bersama keluarga, ketika ada tamu, dan lain-lain. Apakah ada yang berbeda dari jaman doeloe? Sudah jelas tentu ada. Sekarang anak tidak sungkan memakai hotpen didepan bapak ibu mereka, ketika berbicara anak terkadang lebih keras nada bicaranya daripada orang tua. Yah itu hanya contoh kecil saja. Misalnya di tempat umum, lihat saja remaja yang berpacaran. Mereka tidak lagi malu-malu untuk bermesraan di depan umum. Bahkan foto yang seharusnya bukan konsumsi publik jadi diunggah dengan caption yang lucu marakke ngguyu.
Masih banyak jika mau diungkap. Tapi admin nggak mau ngetik banyak-banyak, nanti bacanya males. Ya to? Jika yang membaca ini adalah salah satu remaja di Indonesia, coba kalian merenung sejenak. Ingat-ingat kejadian yang kalian alami beberapa hari atau minggu yang lalu. Apakah yang admin jadikan contoh diatas itu tidak benar? Jika kalian menolak berati kalian normal. Iyolah, lha wong aku nulis bar nonton bocah sing ngno kui mau *sisane pengalaman pribadi.
Pernahkah kalian berkaca? Apakah jalan yang kalian ambil sudah benar? Menjadi generasi dengan teknologi yang semakin berkembang memang cukup sulit. Bahkan memang sulit. Sulit memilih mana yang harus kalian ikuti dan mana yang harus kalian jauhi. Tentu yang menyenangkanlah yang akan menang. Tapi apakah yang menyenangkan itu menyehatkan? Menyehatkan jiwa dan raga kalian maksudnya. Haha. Sesekali bertanyalah pada para orang tua. Generasi sebelum kalian. Obrolkan topik ringan dengan ditemani kopi atau teh panas dan pisang goreng. Itu nikmat. Hal ini bisa kalian coba jika kalian merasa orang tua bukan teman ngobrol yang asik, karena tak semua orang tua bisa jadi teman. Yah namanya juga orang tua, meraka akan selalu jadi orang tua karena sejatinya tugas mereka adalah sebagai orang tua.
Bertanyalah atau arahkan obrolan seputar tata krama. Sudah bisas dipastika kalian akan mendapat ceramah dua jam full layaknya pengajian di kelurahan. Mengapa demikian? Karena perihal tata krama bukan hal yang sederhana. Memang perlu penghayatan dan kesadaran hingga akhirnya bisa kalian terapkan. Tapi percayalah, ketika kalian punya akhlak (dalam arti baik) hal itu akan melekat pada dirimu hingga menuntunmu pada hal-hal baik. Yang berparas cantik dan tanpan, punya otak jenius dan cerdik, kreatif dan inovatif, semua akan terlihat sempurna jika kalian juga punya tata krama.

Comments