
http://freepik.com
Perlu diperhatikan, kali ini admin akan membicarakan
persoalan semua umat. Bukan hanya dialami satu atau dua tahun saja tapi hampir
dua belas tahun bayangannya selalu menghantui. Apalagi jika bukan mata
pelajaran M-A-T-E-M-A-T-I-K-A atau biasa disapa matematika. Ada kata “mati”
didalamnya. Entah ini sebuah kesengajaan atau memang sudah menjadi takdir dari
Tuhan, ketika mendengarnya bulu kudu bisa merinding. Oke lebay. Siswa biasanya
menganggap pelajaran matematika cukup sulit. Tentu saja ini berdasarkan
pertanyaan yang dilontarkan admin pada beberapa siswa dari SD hingga SMA
termasuk MA dan SMK. “Pelajaran apa yang menurut kalian sulit?”, tanyaku dengan
wajah sumringah. “Matematika!”, begitulah jawaban yang tanpa ragu dan tanpa
banyak mikir.
Kita (baca murid) mulai belajar matematika secara
formal dari tingkat sekolah dasar hingga menengah. Bisa hampir dua belas tahun.
Menjadi lebih jika kuliah ambil jurusan itu juga. Bukan waktu yang singkat
untuk bisa saling jatuh cinta. Malah bisa membangun sebuah keluarga dengan
waktu sepanjang itu. Hehe bagi yang sudah mampu. Mulai mempelajari pipolondo atau jika diterjemahkan ping poro lan sudo. Ini seperti sebuah
inti dari pembelajaran matematika. Hanya
ada penjumlahan pengurangan perkalian dan pembagian. Hanya mbahmu kui -_- Ada sebuah lelucon yang pernah admin dengar dari Dzawin
(mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan dalam penulisan nama,
gelar, dan alamat) sang komika kita. Begini kurang lebihnya, “Buat apa belajar
matematika x + y = z? Misalnya jika beli 3 somay dan 5 tahu sama dengan 5000
berapa kalau saya beli 10 somay dan 3 tahu mang?”. Maafkan admin jika ini tidak
lucu sama sekali.
Selain persoalan susahnya mempelajari matematika ada
satu hal lagi yang tak kalah mengerikan. Tidak lain dan tidak bukan yaitu killer teacher. Ah istilahnya murid ya
guru killer. Galak iya serem iya
disiplin juga iya. Membayangkan bapak guru berkumis tebal dan muka garang atau
ibu-ibu berbadan besar sekali nggetak, seketika
suasana menjadi hening. Bahkan tidak sedikit pula dijumpai guru yang seperti
itu. Tapi ingat, guru yang menyenangkan
tetap ada dan juga mudah dijumpai disetiap sekolah. Hanya saja bergantung pada
hoki kalian. Yang lebih parah lagi ketika sejak sekolah dasar bertemu guru
matematika yang memang digariskan tegas dan meninggalkan trauma pada psikologis
murid. Ketika masuk jenjang berikutnya, seperti ada yang membisiki sehingga
kemungkinan ada rasa tidak menyukai mudah datang kembali.
Sebagai generasi 2000an, tentu cupu sekali jika hal
semacam ini tidak bisa kalian tangani. Lha
wong urip wes kepenak e ngne kok gek akeh sambat yo bangeten. Susahnya matematika
dan killer nya bapak ibu guru harus
kalian manfaatkan sebaik baiknya. Apalagi masa remaja takkan datang dua kali. Ada
istilah indahnya kisah cinta ketika bangku sekolah. Nah inilah kuncinya
bagamana kalian bisa belajar matematika dengan cara kuno nan berfaedah.
Apa yang harus kamu lakukan? Ajak doi belajar. Entah kamu
sebut gebetan atau pacar atau bahkan cuma bisa seneng aja tapi bertepuk sebelah
tangan. Ajak belajar kelompok, tapi jangan berduaan aja lho ya. Jika kamu yang
lebih pinter, ini bisa jadi ajang unjuk gigi sama doi. Apalagi jika masih
gebetan, alih alih merebut hati punya peluang lebih tinggi. Kamu bisa ajak
temen temen untuk belajar di rumah atau di sekolah setelah pulang sekolah. Ngirit
kan? Beda halnya jika doi yang lebih pinter dari kamu. Minta dia ajarin kamu. Bisa
pas disekolah atau nyepik via wasap. Bahan obrolan yang nggak wagu. Inilah modus
kalian supaya kesempatan bareng lebih banyak. Jika hoki malah bisa mencuri
hatinnya. Point plusnya lagi ini berfaedah tapi ingat jangan berdua saja. Jujur
admiin tidak mengajari kalian untuk berdua duaan.
Belajar kelompok bisa dibilang sudah kuno. Perlahan mulai
ditinggalkan kecuali belajar secara berkelompok ketika pembelajaran dikelas. Kalau
dulu pas jaman admin sekolah SD, belajar
kelompok sepulang sekolah jadi rutinitas. Meskipun pada akhirnya obrolan dengan
teman durasinya lebih banyak katimbang belajarnya. Sedikit informasi, dari
beberapa serial anime yang admin tonton siswa baik SMP atau SMA di Jepang masih
rutin melakukan kerja kelompok. Dengan begitu mudah untuk bertukar pikiran
dalam menganalisa permasalahan. Ini ampuh, terlebih bagi kalian yang tidak
pernah belajar ketika dirumah, PR dikerjakan disekolah, njaplak atau ngepek kalau
ulangan dan kewaguan kewaguan lainnya. Selain bisa tambah deket sama doi, kamu
juga bisa mengurangi kegelisahan negok kanan kiri ketika ulangan matematika. Kalau
mujur ya dapet hati doi juga.
Comments