http://freepik.com
Teknologi boleh maju tapi Pasar Malam tetap ditunggu. Wealah bioskop aja udah merajalela
ngapain ke Pasar Malam gituan, nggak jaman ih. Huaaaa lha ini cah karbitan! Bagi kami (tidak termasuk admin ya)
anak desa, Pasar Malam menjadi hiburan murah meriah penuh kegembiraan.
“Boro-boro ke bioskop, adoh je. Numpak bis gedhe teko kutho”. Cukup-cukup, tak perlu war seperti itu.
Setiap daerah tentu punya hiburannya masing-masing. Tak terkecuali penduduk
desa macam kami ini (ingat, saya nggak termasuk) Pasar Malam jadi sarana
hiburan. Bayangkan saja, acaranya digelar di lapangan tengah kecamatan. Hiburan
satu kecamatan lho. Opo ra keren jal?
Biasanya event Pasar Malam digelar di tingkat
kecamatan, tepatnya di lapangan yang terkenal di kecamatan itu. Jika memang
menguntungkan, pihak manajemen Pasar Malam akan menyelenggarakan secara rutin
(di desa admin juga hampir setengah tahun sekali setelah masa ujian semester
selesai). Lagi-lagi ini jadi hiburan masyarakat murah nan meriah. Siapa saja
boleh datang bahkan ngajak tetangga se-RT pun oke oke aja. HTM 0 K, bayar
parkir cuma 2 K. Kurang murah apalagi coba. Lampu sorot melambai-lambai
diangkasa seolah mengajak kalian untuk datang berpetualang di dalamnya. Waktu
kecil admin nyebutnya lampu sokle,
cahaya dari luar angkasa. Haha alien sedang menyerang bumi tercinta. Tapi itu
dulu.
Bagi anak kecil, Pasar Malam bisa jadi wahana hiburan
layaknya Trans Studio Bandung yang penuh warna warni itu. Komedi putar, biang
lala, mandi bola, tong setan (sebut rumah hantu) dan jajanan jajanan aneka
bentuk dan rasa. Bayangkan saja, jika kalian diberi ijin orang tua untuk bisa
mencoba semuanya pasti bahagia dunia ada di depan mata bukan. Tentu diberi ijin
dan juga uang untuk tiket masuk lho, kalau ijin doing sih ya ogah to. Apalagi
setiba di sana kalian ketemu tetangga, huaaaa berasa sedang adventure bareng
temen satu SD. Ngalor ngidul coba
sana coba sini. Tapi semua ini cuma bisa jadi ekspektsi belaka. Orang tua
takkan segampang itu memberi kalian kegembiraan ini, yang ada malah kalian
keliling sana sini ditemeni mereka dan hanya boleh naik satu wahana saja. Itu
pun kalian harus nagis dulu biar diturutin.
Bagi remaja, Pasar Malam seperti tempat kencan dengan
pasangan atau gebetan. Lha kok iso? Hanya
asumsi dari admin saja, tapi fakta menyebutkan bahwa Pasar Malam (di desa
admin) kebanyakan pengunjung pada sabtu malam adalah remaja SMP hingga SMA.
Mereka datang bersama pasangan atau teman sebayanya. Keluarga menempati urutan
kedua setelah remaja. Malam Minggu menjadi rutual tersendiri untuk melepas
penat setelah enam hari bersekolah. Padahal tiap hari kerjaannya juga cuma maen
ya. Tapi ya anehnya orang tua para kaum remaja ini kok ya anteng-anteng saja
anaknya kluyuran malam malam. Dugaan admin, mereka nggak bilang sejujurnya
kalau mereka akan pergi kencan saudara-saudara. Bilangnya ya maen sama temen.
Nanti di TKP ketemuan dah tu sama si doi. Sudahlah itu urusan mereka sendiri
soal ijin sama orang tua, yang dirembug disini bahagianya aja ya.
Perkara memadu cinta, semua tempat bisa jadi solusinya
tak terkecuali Pasar Malam ini. Bisa bergandengan tangan sama doi keliling
lapangan sambil ketawa-ketiwi haha hihi. Bagaikan dunia hanya ada kalian
berdua. Naik biang lala, berharap pas posisi di atas si cewek teriak teriak
sambil meluk kamu. Wehhhhh enak to? Mungkin saja itu terjadi tapi tidak semua
pasangan bisa dapet, bejo mungkin punya andil besar disini. Hiburan murah nan
meriah solusi kencan pasangan irit tanpa banyak biaya. Kalau kalian pernah
nonton anime genre romance hal
semacam ini bisa membuat kesan romantis lho. Kencan dengan pasangan pergi
mengunjungi festival kembang api saat pergantian tahun atau musim, kalian
bayangkan saja Pasar Malam setara dengan acara semacam itu. Tapi ingat, jangan
melakukan hal-hal kurang waras untuk seusia kalian ini. Pasar Malam tetap tempat umum bukan villa
pribadi yang bisa ena-ena.
Comments