Perkara Cinta, Apa yang Tak Lebih Indah dari Cinta Masa Sekolah, Belajar dari Film “Kae no Katachi - A Silent Voice”

Para otaku
pasti tidak asing dengan judul film
di atas. Yaaah
kali ini saya mau
mengulas eh etto membahas filmnya gimana dan tentu pesan yang disampaikan seperti
apa. Santai, disini juga ada pesan cintanya yang tentu ini point buat kalian
:v.
Pembaca
yang baik hatinya
Untuk mengawali pembahasan, lebih
baik saya ceritakan sinopsisnya terlebih dahulu.
Film ini mengisahkan seorang gadis bernama Nishimiya Shouko (dia tuli) yang dibully temannya Ishida Shouya sewaktu SD, hingga pada akhirnya Nishimiya keluar dari sekolah dan pindah. Ketika SMA mereka berdua kembali dipertemukan, Ishida bermaksud meminta maaf pada Nishimiya dan
mereka berteman. Yah ada klimaks klimaks masalah di sana, kalau kalian nggak
nonton kalian rugi. Udah gitu saja. Hehe
langsung bahas point yang (menurut saya sendiri)
jadi pesan moralnya saja ya daripada terbelit-belit.
#1 Bullying
Katanya cinta, kok yang pertama bully ya? Matte……bahas
yang utama dulu ya. Coba lihat sekeliling kalian, ya yang masih
sekolah-sekolah. Bullying masih ada nggak sih? Yak masih sepertinya, entah
sadar atau nggak. Biasanya sih karena faktor sosial, kekuasaan,
kedudukan. Etdahhhh kaya FTV di tipi aje. Yak tapi
emang bullying emang masih ada. Inget
istilah “labrak-labrakan”, budaya di
sekolah peninggalan penguasa sekolah
lama *kakak kelas. Cuma gara-gara rebutan
gebetan. Kalau
kalian salah satu dari mereka (korban atau pelaku) setelah nonton film ini
jangan ulangi lagi ya.
#2 Pertemanan
Film ini banyak bercerita tentang pertemanan.
Perjalanan pertemanan Ishida di SD hingga SMA bertemu lagi dengan Nishimiya.
Cukup rumit hingga pertemanan mereka berakhir karena suatu masalah. Yang perlu saya tekankan di sini, pertemanan mereka tulus. Siapa?
Ishida dan Nishimiya, mereka menjadi teman setelah Ishida merasa bersalah pada
Nishimiya dan pertemanan mereka tulus. Hal ini terbukti ketika Nishimiya akan
bunuh diri dan Ishida menolongnya. Pertemanan Ishida dengan Nagatsuka, mereka berteman ketika SMA dan ketika di
akhir Ishida membuat kesalahan, Nagatsuka tetap perhatian dengan Ishida. Halah namanya juga film, emang setting cerita dibuat seperti itu ya pasti
kelihatan tulus lah ya. Eheemmmm, baiklah sebagai anime lovers saya cukup terkagum
dengan hubungan sebuah pertemanan dalam anime. Entah itu terjadi secara nyata di real life atau tidak tapi yang membuat saya terkesan adalah
ketulusan mereka dalam pertemanan. Ketika mereka memutuskan menjalin pertemanan
ya mereka benar benar dapat dipercaya, tidak mengkhianati atau membicarakan di
belakang. Bahkan jika mereka katakanlah menyukai orang yang sama, mereka akan
berjuang secara adil dan ndak ada jotos-jotosan atau jambak-jambakan saling bermusuhan setelah satu hanya salah satu
yang dipilih. Hehe jadi kebablasan ceritanya.
#3 Permintaan maaf dan tanggung jawab
Entah budaya atau apa, ketika SD Ishida pernah
bertindak jahat dengan Nishimiya. Ibu Ishida tahu
dan dia langsung meminta maaf dengan menemui Ibu Nishimiya. Sederhana mungkin,
tapi ada budaya meminta maaf yang sopan di sini. Ishida juga meminta maaf pada
Nishimiya dengan mencoba menemuinya lagi. Satu lagi bagian yang menyentuh
ketika di Rumah Sakit, Ibu Nishimiya bersujud meminta maaf pada Ibu Ishida
karena Ishida yang jatuh setelah menyelamatkan Nishimiya. Apa yang perlu
dicontoh? Ketika kalian benar benar meminta maaf atas kesalahan kalian, lakukan
dengan tulus. Temui dan minta maaflah langsung. Tapi ya
setelah meminta maaf jangan umik-umik di
belakang lho ya.
#4 Kasih sayang
Berkali-kali nonton
pasti ada bagian yang buat mewek
*emang dasarnya baper sih ya. Kasih
sayang Yuzuru-chan adik Nishimiya pada nya, namanya juga adik kakak pasti sayangnya tulus. Tapi gimana ya, feel
nya dapet banget bapernya kok. Teman-temannya pun juga bersikap sama pada
Nishimiya, terutama Sahara sahabat SDnya. Nagatsuka juga menunjukkan kasih
sayang pada Ishida. Nonton aja biar dapet feel
nya.
#5 Cinta
Nggak
ada yang pacar-pacaran pada film ini, yang ada cuma suka aja. Nishimiya yang
punya rasa dengan Ishida tapi malah Ishida salah mengartikan perasaan suka
Nishimiya, ya walaupun pada akhirnya Ishida juga mempunyai perasaan terhadap
Nishimiya. Yang mau saya tekankan
buat kaum remaja semua, jatuh cinta anak sekolah beda antara di sini dengan di
cerita anime. Kalau kalian biasa suka sama temen cuma nyepik-nyepik terus
jadian dan akhirnya putus kayaknya beda kalau di kisah anime. Jadi gini, di
film ini ketika suka sama seseorang mereka akan mengungkapkannya entah mau
cewek duluan apa cowok duluan. Yang penting ngomong dulu kalau suka, mau
diterima atau nggak ya urusan
belakangan. Bagian penting juga, ketika kalian suka jadilah teman baiknya kalau
bisa sahabatnya. Jangan cuma sayang doang (bilangnya di awal) terus pas putus musuhan. Itu nggak banget ya. Beberapa
judul anime yang tentu saja sudah saya
tonton, ngungkapin perasaan bukan melulu harus pacaran. TIDAK HARUS PACARAN! Suka boleh tapi
kalau maksa-maksa jangan. Haram hukumnya.
#6 Budaya anak sekolah
Kalau menceritakan anak sekolah ya ini nggak boleh kelewatan dong. Jadi hasil
pengamatan dari beberapa judul film anime tentunya yang sudah ditonton anak
sekolah punya budayanya sendiri. Pertama, mereka bawa bekal ke sekolah untuk
makan siang. Buat kalian yang nggak
pernah bawa bekal, kalau siang jajan ya. Ini untuk asupan energi kalian setelah
setengah hari belajar. Kedua, jalan kaki atau naik sepeda ke sekolah atau pergi
kemanapun. Kalau mau ditiru boleh. Coba angkat tangan yang temenya di sekolah
naik sepeda? Sepeda apa? Sepeda motor? *hvft. Usia sekolah dari SMP sampai SMA
udah naik motor sendiri ke sekolah. Alasannya jauh lah, nggak ada kendaraan umum lah, nggak
ada yang nganterin lah, bla bla bla. Oke banyak alasan! Ini bagus jadi renungan
adik-adik sekalian. Ketiga, mandiri. Anak sekolah udah kerja part time lho.
Kalian? Nongkrong di warnet *ehh. Mereka belajar mandiri dengan kerja part time
di took atau café sekitar. Yah kalau kita mau ikutan mungkin fasilitas nggak ada ya? Iya tapi bisa buat
renungan adik-adik juga buat belajar mandiri.
Pembaca yang baik hatinya
Tak terasa sudah dipenghujung acara, demikian beberapa
pesan moral yang bisa saya simpulkan
untuk adik-adik sekalian dari film “Kae no Katachi”.
Sekiranya penasaran, segera download atau lihat di youtube terdekat. Rekomended
buat kalian yang mau punya banyak waktu nganggur. Akhir kata. Bye bye.
Comments