
http://freepik.com
“Mau maen
kemana? Sama siapa?” template emak yang kalau kita pamit mau maen nggak
pernah ketinggalan. Ini jadi semacam alarm yang menimbulkan ambiguitas cukup
tinggi, antara diijinkan atau dilarang. Namanya juga kemungkinan, presentasenya
tak pernah mencapai 1. Bukan anak sekarang juga kalau kata-kata itu terlalu
dipikirkan. Sekarang mah udah modern, ya kalik mau di rumah terus sedangkan
dunia di luar sana terlalu sayang untuk ditinggalkan. Entah ini bisa dibilang
bandel atau bagaimana, tapi admin sebagai manusia yang mendaku kaum penurut
orang tua saja bisa-bisanya kena bujuk rayu om syaiton apalagi kalian kaum penentang. Tapi itu bukan masalah besar
kalau kalian cepet tobat. Cepet sadar. Dunia memang menggiurkan dan sayang jika
dilewatkan tapi admin yakin, di lubuk hati yang paling dalam admin ini
merupakan sesuatu perasaan yang hanya bisa emak kalian pahami. Jadi kalian juga
akan merasakan saat kalian punya anak. Gadis. Cantik. Dan ngeyelan tentunya.
Kalian juga pasti eneg
kan sama kultum bapak yang selalu marah kalau pulang terlambat atau pulang
malam. Apalagi ketika situasinya seperti ini, bapak udah seperti ustad dadakan
yang bisa saja nyampe seharian buat ngasih kuliah umum untuk anak-anaknya. Ini
kisah nyata admin, jadi suatu masa ketika bapak kenal salah seorang gadis yang
masih sekolah (eh baru lulus SMP) dinyatakan positif oleh para tetangga dan
orang tuanya juga kalau dia sudah berbadan dua, bapak kasih ceramah
habis-habisan ke admin. Pas habis makan malem bareng, tiba-tiba pembicaraan itu
dimulai. Suasana jadi tegang tiba-tiba. Niatnya sih admin mau guyonan, tapi
bapak terlihat serius sekali. Yah dengan berbesar hati, sudah menjadi kewajiban
mutlak anak diam dan mendengarkan. Selesai.
Bapak sama emak, dua pahlawan yang paling sering
mengingatkan akan kekejaman dunia luar sana. Apalagi jika kita mulai beranjak
remaja, bukan hanya kita yang berubah tapi orang tua juga. Kalian mungkin
teganggu dengan kondisi demikian. “Tsahhhhhh,
bawel banget dah”, ini pasti guman kalian dibawah pengaruh om syaiton. Kenapa kok bisa dibawah
pengaruh? Coba inget-inget lagi, ketika SD dipelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan ada yang namanya budi pekerti. Kalau ada pertanyaan yang
bunyinya, “ Apa yang kalian lakukan jika orang tua memberi nasehat?” Jawabannya
adalah M-E-N-D-E-N-G-A-R-K-A-N. Yes mendengarkan. Kalau embah sering bilang
gini, “Nek dikandani wong tuo ki
ngrungokke, ora nyauri” in Indonesia is Kalau bapak sama emak kasih nasehat
ya dengerin, jangan mbantah. Lho kan? Dikon
ngrungokke!
Kalian yang tidak cukup dekat dengan orang tua, jika
dihadapkan pada situasi demikian pasti tiap hari kerjaannya nggrundhel. Apalagi jika mereka sibuk
dengan pekerjaan mereka, tak pernah punya waktu untuk kita, dan sekali kita
masuk remaja mereka tiba-tiba menyerang dan menghancurkan dunia impian yang
telah kita bayangkan tiap hari. Dunia yang penuh kedamaian dimana kalian
dianggap ada dan dihargai. But wait, jika pikiran kalian seperti itu kalian
sungguh tidak 100% benar. Maka dari itu, admin akan memberikan sedikit gambaran
kenapa sih mereka jadi over protektif tapi nyebelin. Hasil ini admin dapatkan
dari pengamatan sekitar (orang tua admin, saudara baik pakde budhe paklik
bulik, dan tetangga) jadi bisa dipastikan ini nggak ngawur.
#1 Bapak sama emak sayang kalian melebihi apapun
Ini sudah pasti fakta yang tidak bisa diganggu gugat,
bahkan pengadilan sekalipun. Ini naluri alamiah orang tua yang pasti juga semua
anak dapatkan. Terus gimana orang tua yang kejam sama anaknya itu min? Hueeeeee. . . . . Mereka pasti sayang,
tapi pikirang orang tua yang seperti itu sedang dikendalikan bisa orang lain
atau makhluk lain. Pada dasarnya orang tua sayang anaknya. Hati mereka tak kan
berkhianat, walaupun mulut bilang nggak. Ini konsep dasar yang wajib kalian
pahami.
#2 Dunia luar memang kejam, mereka hanya ingin kalian aman
Ngeri je. Orang-orang sekarang sudah tegaan. Dia yang
ninggalin kamu pas sayang-sayangnya apalagi. Tak semua yang dekat dan baik
padamu punya maksud baik, beberapa diantaranya punya tujuan negatif untuk
keberlangsungan hidupmu. Tentu orangtua yang pasti tau, karena jaman mereka
lahir dan jaman kita lahir berbeda. Kalau dulu orang jahat Cuma sedikit kalau
sekarang sudah berkembang biak menjadi berlipat. Kita ambil contoh, bapak
sering selektif dengan teman cowok yang dekat dengan kita. Kita ya tentu sangat
amat tidak nyaman karena kita berpikir jika kita lebih kenal teman kita
daripada bapak. Tapi tunggu dulu. . . .lagi lagi ini pikiran yang keliru.
Walaupun bapak tak mengenal, justru disinilah beliau ingin tahu lebih. Jika
dirasa temanmu itu punya gelagat berbahaya sudah pasti bapak akan jadi tameng.
Ketahuilah, lelaki yang baik juga akan memperlakukanmu dengan baik. Inget lho
ya, bukan memberimu kenikmatan tapi melindungimu layaknya kamu ibunya atau adik
perempuannya.
#3 Kamu milik bapak ibumu, bukan pacarmu
Sekali lagi ini juga harus kalian camkan baik baik.
Pacar kalian tak berhak atas diri kalian. Kecuali kalian menikah, tentu bapak
akan memberikan tanggung jawabnya pada suami kalian. Tapi kalau masih pacar?
Ini sok keliru dikalangan
remaja-remaja. Pantas kan bapak dan emak ngomel ngomel kalau kalian ketahuan
mesra ketika main sama pacar kalian. Dikira anaknya boneka apa, bisa dibuat
mainan enak-enak. Tapi kalian sering salah paham dengan omelan ini. Terus kalian mau dikandani dengan cara apa? Kalian terlalu ndableg jadi nek dialusi
malah wani.
Jadi gimana? Masih menganggap jika orang tua yang
protektif ketika kalian mulai masuk usia remaja dianggap buruk? Jika kalian
tidak langsung sadar itu karena hal semacam ini hanya dirasakan ketika kalian
jadi orang tua sesungguhnya, bukan ayah bunda versi anak SMP lho ya. Lantas
bagaimana seharusnya kalian bersikap jika orang tua over protektif? Apa pindah
orang tua saja? Iya kalau bisa mah itu udah sejak dulu nenek moyang lakukan.
Segala masalah pasti ada solusi, jadi simak baik-baik. Ini admin sajikan
khususon.
#1 Bangunlah komunikasi yang baik dengan mereka, utarakan semua perasaan sedih ataupun senang.
Mulailah membuka diri pada orang tua. Jika kalian
secara sukarela menceritakan pada mereka, tentu dengan senang hati orang tua
akan memahamimu perlahan. Percayalah, mereka juga pernah muda. Pernah merasakan
getaran cinta yang menggelora. Hanya saja situasi dan kondisinya berbeda
sekarang jadi sikap kalian juga harus berbeda. Jika dulu orang tua kalian
cenderung tertutup kalian sekarang harus membuka diri.
#2 Saling memahami antara anak dan orang tua dan sebaliknya
Bukan sama pacar saja kalian saling memahami, tapi
sama orang tua juga. Jika kalian mampu memahami mereka, orang tua tentu akan
memahami kalian juga. INGAT!!! Mereka juga pernah muda. Jangan kalian menuntuk
orang tua paham sementara diri kalian ogah mengerti posisi orang tua kalian.
#3 Tunjukkan tanggungjawabmu sebagai anak agar memperoleh kepercayaan dari mereka
Tanggung jawab sebagai anak apa ya? Coba tanya simbah
deh. “Anak ki manut wong tuo”. Manut
yang gimana maksudnya ini? Konsepnya gini, orang tua tak akan menjerumuskan
anaknya ke dalam jurang kesengsaraan. Nasehat, pitutur, omelan, pujian yang
mereka berikan pada dasarnya untuk kebaikan kalian. Jangan manja berlebihan
minta sama orang tua, minta hp bagus, minta motor sendiri, minta sesuatu yang
sebenarnya itu bukan kebutuhan primer kalian. Itu TIDAK BOLEH! Kalian ada
diusia sekolah, tanggung jawabnya ya belajar. Cari ilmu sebanyak-banyaknya.
Perkara main, boleh asal nggenah. Maen ke mana sama siapa dan berbuat apa.
Harus jelas dan tujuan positif. Jangan salah.
#4 Jangan pernah berbohong!
Bukan sama orang tua saja, tapi semua makhluk di dunia
ini. Termasuk kucing kalian di rumah, jangan kalian bohongin. Bilangnya mau
kasih daging ternyata cuma tulang. Kan kasian. Kata ahli motivasi, “satu
kebohongan membawa kebohongan yang lain”. Ini benar dan sangat benar. Jujur
saja pada mereka. Hasilnya lihat nanti, ditolak atau diterima pikirkan nanti.
Taka da orang tua yang tidak ingin anaknya bahagia.
Kita semua pasti punya keinginan, tapi bagaimanapun
keinginan tak selalu apa yang kita butuhkan.
Comments