Jadi Introvert atau Ekstrovert, Bukan Salah Ibu yang Melahirkan

introvert vs ekstrovert
http://freepik.com

Malu malu dan berisik, dua pribadi yang sangat bertolak belakang bahkan bisa dianggap jika mereka bermusuhan tidak saling bersahabat. Dia yang malu cenderung lebih pendiam dan menutup diri, dia yang berisik seperti tidak habis tenaganya ngomong sama orang. Tiga jenis kepribadian introvert, ekstrovert, dan ambivert. Saya bahas perbedaan introvert dan ekstrovert sebelum diulas lebih dalam.
Introvert, jika disebut pikiran langsung mengarah pada sosok yang tertutup *tapi bukan tertutup hatinya lho ya. Dingin tatapannya, biasa ngapa ngapain sendiri daripada bersama temen seolah olah yang ada di sekitarnya adalah  binatang buas yang siap memburunya hidup-hidup. Dia seakan acuh dengan segala hal yang terjadi di luar sana namun pada dasarnya dia bukan tidak memerhatikan apalagi tidak peduli *inget lho ya. Meskipun dia suka sepi dan sendiri bukan berarti dia tidak mau bergaul sama orang lain, justru si introvert sangat hati-hati. Mengapa? Dia hanya akan mengekspresikan dirinya pada mereka yang dia percayai jadi hanya orang-orang tertentu dan pilihan. Dia akan menjadi sangat hangat ketika berkumpul dengan orang yang dianggap teman.
Ekstrovert, kebalikannya tertutup jadi terbuka tapi inget terbuka disini konteks sebenarnya yaitu bukan terlihat mata *inget! Kalau dalam bersosialisasi dengan khalayak ramai si ekstrovert sangat mudah bergaul apalagi dengan lingkungan baru. Jadi kalau PDKT sama si ekstrovert kamu nggak bakal mati gaya. Bahan sepikan mengalir terus *kalau doi respon. Dia juga suka berdiskusi apalagi membahas masa depan kalian berdua *ciyeee.
Bagaimana? Saling bertolak belakang kan? Bagaimana kalau kita salah satu dari mereka atau bahkan dua duanya ada dalam diri kita? Baiklah, kalian jangan panik, segera ambil gayung dan guyur. Berwudhu lah, seketika pikiranmu akan tenang. Jika tidak berhasil mandilah maka badanmu akan segar bugar. Kembali ke topik.
Remaja rawan sekali dengan hal-hal sensitif seperti ini. Jarang dari mereka yang paham diri mereka sendiri karena memang masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa mengenal diri sendiri dan temannya. Kalian tak perlu panik jika pada kenyataannya kalian bagian dari kubu introvert, namun juga jangan berbangga jika kalian kubu ekstrovert. Kedua kepribadian ini punya cara kerjanya masing-masing. Introvert tak pandai berinteraksi namun dia selalu hati-hati dengan  keputusan yang diambilnya, pada pemikirannya. Dia punya cara bergaulnya sendiri, dengan orang-orang yang mereka percayai tentunya. Sedangkan ekstrovert pribadi yang terbuka dan mudah bergaul namun tidak teliti. Sisi yang positif dimana ekstrovert suka berdiskusi bahkan dengan lingkungan baru pun, dia akan mudah membaur di dalamnya.
Lantas kalau bukan kita yang seperti itu tapi teman kita gimana? Itu derita loe *ehh. Ya bukan seperti itu namanya teman kalau nggak peduli babar blassss. Misalnya kita punya teman introvert, kalau dia teman baik plus dekat, sudah sewajibnya kamu menjadi orang yang pantas dipercaya. Jangan jadi orang bullshit. Ketika introvert sudah percaya 75% ke kamu ya kepercayaan itu dijaga. Tapi di sini kamu juga perlu tahu introvert itu secara umum seperti apa. Jangan tiba-tiba kamu maksa dia buat cerita hal-hal pribadi padahal dia nggak mau. Jangan lho ya. Jangan karena itu sangat mengganggu.
Kalau teman kamu ekstrovert gimana? Sekap dia aja, tutup mulutnya pakai lakban biar nggak berisik *ehe. Ini kamu temen apa demen sih? Kalau temenmu suka ceplas ceplos urusannya kamu jangan ember sana sini. Walaupun dia bukan cuma cerita ke kamu tapi menjaga itu prioritas utama. Kalau ekstrovert berisik dengarkan saja, tapi boleh juga sekali-kali kamu bercandain biar dia diam.
Jadi introvert atau ekstrovert nggak masalah asal kamu bisa mengambil sikap. Pahamilah diri kalian sebisa mungkin, beradalah di lingkungan yang kalian anggap nyaman terutama untuk privasi. Tentu saja jangan menyalahkan orang tua kalian yang sudah mengandung cuma gara-gara hal ini. Bisa disuruh balik lagi ke kandungan malah.

Comments