Remaja Galauan, nggak Kekinian Kalau nggak Bisa Bagi Waktu


cara bagi waktu
http://freepik.com
Siapa yang tidak tahu makhluk yang disebut “remaja”, rumit penuh teka teki lucu nan menggemaskan tapi bisa juga menjengkelkan. Menurut KBBI remaja bisa diartikan mulai dewasa, bukan kanak-kanak lagi. Kalau dihitung usianya, remaja mempunyai usia kisaran belasan tahun, kalau sekolah dihitung mulai dari SMP hingga SMA. Suasana hati yang berubah-ubah mulai dari galau, sedih, senang, riang, gembira, semangat, sampai mager jadi makanan mereka sehari-hari. Ditambahi satu mahakarya yang memberikan kenyamanan luar biasa bagi kaum manusia “internet, teknologi dan perangkatnya” menghasilkan kombinasi sempurna kenyamanan di atas kasur. Apalagi jika ditambah kopi dan pisang goreng, lengkap sudah dunia nyaman yang tak mau kita tinggalkan.
Konsekuensinya, mereka (baca remaja) terhanyut didalamnya. Perasaan tiba-tiba malas hingga sepanjang hari hanya mengusap layar smartphone saja sering menjangkit para remaja jaman sekarang ini. Kalau generasi remaja sekarang seperti ini, mau dibawa kemana hubungan kita?*ehh. Sebagai remaja yang masih (harus) sekolah, fenomena ini menjadi hal yang tidak patut jika dibanggakan. Bangga ya soal prestasi to ya? Berdasarkan pengalaman baik dari diri saya sendiri maupun teman-teman yang berbagi pengalaman dengan senang hati saya persembahkan tips ala ala sendiri gimana remaja biar nggak keteteran dengan masa remajanya. Langsung simak yaaa, ndak usah sungkan!

Pertama #1 Prioritas sing guna (memprioritaskan hal sesuai kebutuhan utama)
Penting membedakan keinginan dan kebutuhan. Buat list aktivitas sehari-hari, buat urutan sing kudu didisekke. Peran mood di sini kadang juga berpengaruh, bagaimana tidak ketika remaja sedang diombang ambing kegalauan luar biasa bisa malas-malasan dan nunggu moodnya berbunga bunga untuk melakukan aktivitas. Namanya juga remaja labil, nggak heran kalau moodnya juga tidak stabil. Tapi yang perlu ditekankan, utamakan prioritas yang penting dan berdasar atas kebutuhan sebagai anak sekolah bukan anak hits.

Kedua #2 Waktu produktif buat hal positif
Produktif bisa diartikan menghasilkan. Waktu produktif kalau diperkirakan jam berapa bisa diukur dengan estimasi waktu di mana kamu merasa semangatmu sedang membara, waktu di mana rasa kantukmu tidak ada dan idemu mengalir di nadi bersama aliran darahmu yang tak berhenti. Jadi tiap orang beda-beda, bisa saja pagi hari setelah bangun tidur, sore hari sepulang sekolah, atau tengah malam disaat orang terlelap. Dimanfaatkan seperti apa biar produktif? Ya sebagai umat beragama tentu ibadah adalah utama *ehh. Ibadah juga utama tapi kamu sebagai remaja bangku sekolahan harus belajar atau mengasah kemampuan. Boleh main di dunia maya tapi di batasi biar nggak basi.

Ketiga #3 Nggatekke sing lagi digarap (fokus pada apa yang sedang dikerjakan)
Maksudnya fokus pada setiap apa yang dilakukan. Simple saja, kalau sedang belajar yang dipikirkan ya belajar, kalau sedang maen ya fokus maen. Jangan setengah-setengah mikirnya. Kenapa? Ya biar tujuannya tercapai. Kalau kamu lagi maen ya jangan mikir tugas sekolah. Raga ada tapi pikiran melayang kemana-mana.

Keempat #4 Jangan menunda
Sepertinya ini petuah bukan untuk remaja tapi untuk semua kategori usia. Penting dan hukumnya fardu ‘ain. Malas biasanya jadi sahabat baik menunda, tapi ya gimana lagi. Kalian harus bisa menghancurkan persahabatan baik mereka. Gimana caranya? Lawan malasnya dan jangan mau diajak temenan sama “menunda”. Tips keembat berhubungan sama tips kedua, ketika kalian semangat jangan lagi ditunda-tunda untuk berbuat kebaikan terutama kebaikan untuk diri sendiri. Belajar misalnya. Sebisa mungkin manfaatkan waktu ptoduktif dengan tidak menunda pekerjaan yang menjadi prioritas.

Kelima #5 Hukuman
Apa yang lebih menyakitkan selain patah hati? yaitu hukuman. Kenapa hukuman jadi tips? Makna sebenarnya bukan hukuman layaknya pencuri sendal di masjid, tapi ini lebih mengacu pada konsekuensi. Jika di awal kamu sudah buat list prioritas, pada pelaksanaan jika kamu (sengaja) melanggar, dirimu harus diberi hukuman. Misal saja hukuman tidak membuat PR, kamu tidak boleh online di IG. Hehe susah lah ya

Manajemen diri soal mengatur dirimu sendiri, mau kamu bawa dirimu kemana atau dirimu akan dibawa kemana. Kalau mau ditelan dunia maya bahkan tinggal disana selamanya ya itu pilihan. Atau mau punya masa depan dan keluarga kecil bahagia? Iya itu juga termasuk pilihan.

Comments